Pengantar Perjanjian Baru (Roma-Wahyu)
Sumber Gambar: learnreligions
LAPORAN BACA
PENGANTAR
PERJANJIAN BARU
Penulis :
Adina Chapman
Penerbit :
Kalam Hidup
Cetakan : ke-1
Jumlah Halaman : 225
Tahun Terbit : 2017
Tebal buku :14,5x21 cm
Kitab Roma – Wahyu
Kitab Roma ini mendapat tempat yang agak utama dari antara surat-surat Paulus, bukan karena kitab ini di tulis terlebih dahulu daripada yang lainnya, melainkan apa yang dicatat di dalamnya memuat uraian yang lengkap mengenai kabar kesukaan yang telah di beritakan oleh Paulus. Surat Roma di tulis oleh Paulus dari kota Korintus pada waktu ia berada di akhaya. Suratnya di alamatkan kepada jemaat di Roma, sebenarnya belum pernah di kunjunginya.
Surat 1 Korintus, Kota Korintus adalah sebuah kota yang
terkemuka di negara Yunani. Kota ini mula-mula di bangun pada tahun 146 SM.
Paulus mampir untuk membangun, mengajar, dan melayani jemaat di Korintus. Pada
waktu itu Paulus berumur kira-kira 50 tahun. Tentang pergaulan orang-orang
berdosa Paulus memberi petunjuk yang jelas.
Surat 2 Korintus untuk mengetahui reaksi jemaat di
Korintus terhadap suratnya yang pertama, Paulus mengutus Titus, mungkin Juga
Timotius, sebagai wakilnya untuk bertemu dengan jemaat, supayadapat di
perkirakan manfaatnya atas penerimaan surat 2 Korintus itu. Dalam surat ini ia
menceritakan banyak banyak tentang kepribadiannya. Tnggung jawab Paulus begitu
berat rasanya sehingga ia hampir putus asa.
Surat Galatia nama Galatia Punya dua alamat. Yang pertama
ialah daerah utara, dari Asia kecil, yang di namai oleh orang Galatia yang
beberapa abad sebelumnya datang dari Gaul, suatu negara Eropa. Alamat kedua
adalah suatu profinsi yang lebih besar di sebelah selatan Asia kecil. Paulus
terdorong untuk mengirim suratnya kepada jemaat di Galatia, untuk menjelaskan
kepada mereka, tentang hal memerdekakan Yesus Kristus (Galatia 5:1).
Surat Efesus ada kemungkinan bahwa surat Paulus ini
adalah surat yang oleh Rasul Paulus di sebut ‘’surat untuk Laudikia’’ jarak
waktu surat Efesus ini di tulis adalah pada waktu Paulus berada dalam tahanan
selama 2 tahun. Paulus mempergunakan
waktunya untuk membentangkan beberapa pokok doktrin yang indah sekali.
Surat Filipi kota
Filipi di bangun Oleh Filipus, Alexander Agung. Bagi masyarakat kristen, kota
Filipi dikenal sebagai kota yang mula-mula di injili oleh Paulus,
Makedonia. Paulus mengutamakan di Filipi
sukacitaku Mahkotaku, yaitu kekasih yang sangat di sayangnginya. Paulus sungguh
hidup sebagai sahabat Allah. Mereka yang hidup sebagai sahabat Allah menantikan
kebahagiaan, tetapi mereka yang hidup sebagai seteru salib Kristus pasti
menghadapi kebinasaan.
Surat Kolose. Surat ini kira-kira 160 kilo meter dari
Efesus. Jadi biarpun Paulus belum pernah mengunjungi kota Kolose, pengaruh
penginjilannya sudah sampai kesitu. Di perkirakan bahwa Eparfas mula-mula
mendengar berita Injil dari Paulus, pada waktu ia untuk beberapa lama berada di
Efsus. Beberapa anggota jemaat di Kolose menganggap ibadah mereka sebagai
ibadah yang berhikmat tinggi.
Surat 1 Tesalonika, surat ini di beri nama Salonika,
menurut adik perempuan Alexander Agung.selain orang Romawi dan orang Yunani,
sebagian penduduknya adalah orang Yahudi. Karena perkembangan injil di situ
berkembang pesat, Paulus dan teman-temannya di dakwa sebagai penghianat oleh
orang Yahudi yang iri hati.
Surat 2 Tesalonika, tidak lama setelah surat 1 Tesalonika
di kirimkan, mungkin Paulus hanya selang beberapa bulan, Paulus merasa terdesak
untuk bersurat lagi kepada jemaatdi tesalonika karena rupanya mereka telah
menerima surat palsu yang membingungkan mereka. Sebelum Paulus menasihati dan
menegur jemaat-jemaat, biasanya ia menghibur mereka dahulu.
Surat 1 Timotius, Paulus menulis surat ini-surat ini yang
khususnya di tujukan kepada hamba-hamba Tuhan yang di tetapkan sebagai pemimpin
dan pengurus dalam menghadapi kerusuhan dan kelemahan. Paulus menasihati
Timotius dan memberikan petunjuk serta pesan apa yang harus di perbaiki di
jemaat Efesus.
Surat 2 Timotius, ketika
Paulus menulis surat ini, ia sudah di penjarakan untuk yang kedua kalinya.Paulus
lebih mengutamakan pelayan Timotius dan masalah-masalahnya dari pada ia
memikirkan dirinya sendiri. Isi 2 tomotius ini sungguh-sungguh menanamkan kesan
yang sangat dalam.
Surat Titus, surat ini di alamatkan kepada Titus, seorang
hamba Allah dari bangsa Yunani yang mengikuti Paulus sebagai teman sekerjannya.
Titus di tugasi untuk melayani di Nikopolis. Paulus mengutamakan penginjilan
kepada Titus. Bagi Titus di amanatkan pekerjaan yang berat.
Surat Filemon, Filemon adalah seorang yang kaya dan
seorang Kristen terkemuka dalam jemaat di Kolose.
Surat
Ibrani, penulis surat ibrani tidak di ketahui dengan pasti siapa penulisnya.
Surat Ibrani ini pernah di sebut injil ke-5. Surat Ibrani menyatakan pekerjaan
Kristus di surga.
Surat Yakobus, Yakobus-Yudas disebut surat-surat umum surat
ini di alamatkan kepada kedua belas suku di perantauan, yaitu orang-orang Kristen dari bangsa Yahudi yang mengalami
banyak penderitaan.
Surat 1 Petrus, penulisnya ialah Simon Petrus seorang
nelayan dari Betsaida di Galilea. Surat ini di kirim kepada pendatang di
pontus, Galatia,Kapadokia,Asia Kecil,dan Bitnia.
Surat 2 Petrus, ada yang mengataka bahwa Petrus menjiplak
surat Yudas karena adanya persamaan 2 Petrus dan Yudas. Petrus bernubut dan
Yudas mencatat nubuat.
Surat 1 Yohanes, Rasul Yohanes mmpunyai bukti yang nyata
mengenai oknum dan keilahian Tuhan Yesus, dan dengan penuh usaha ia hendak
meyakinkan pembaca suratnya.
Surat-surat 2 dan 3Yohanes, dalam surat ini penulis membahas masalah
kesediaan untuk menerima tamu. Surat 2 Yohanes dialamtkan kepada satu jemaat,
atau beberapa jemaat tertentu, surat 3 Yohanes dialamtkan kepada Gayus yang
menjadi kekasih Yohanes.
Surat
Yudas, penulis surat Yudas adalah saudara Tuhan Yesus dan Yakobus. Surat ini di
alamkan kepada semua orang Kristen. Dan ada kemungkinan di tujukan juga kepada
orang Kristen dalam suatu Jemaat tertentu.
Surat
Wahyu, Penulisnya adalah Yohanes murid yang di kasih Tuhan Yesus, surat wahyu ini di berikan kepada Yohanes
ketika ia di buang ke pulau Patmos dalam penganiayaan di bawah kaisar
Domitianus kira-kira pada tahun 95-96M. Kitab ini di alamatkan kepada ketujuh
jemaat di Asia Kecil.
Tanggapan
Buku yang saya baca ini sangat
menolong seorang membaca, dengan adanya buku ini dapat menambah dan memperrluas
wawasan seorang mahasiswa. Apa bila kita lihat dari segi teorinya, kajiannya
cukup menarik di baca oleh seorang pembaca. Kita dapat mengetahui latar
belakang serta kepenulisan tiap kitabnya.
Banyak ilmu yang kita peroleh apabila kita membaca dan mencermatinya.
Nama : ARIL PATASIK
Kelas : H

Post a Comment for "Pengantar Perjanjian Baru (Roma-Wahyu)"