Jemaat Kristen Mula- mula
Sumber Gambar: yuelsumarno2
Jemaat Kristen yang Mula- mula
Kerajaan Allah bersifat
“masa sekarang” dan ”masa yang akan datang” juga Yesus tidak pernah menganggap
bahwa murid-muridnya merupakan kerajaan Allah, sesungguhnya Ia sendirilah yang mewakili
pemerintahan Kerajaan Allah dibumi. Kerajaan Allah berpusat pada Kristus dan
bukan pada murid-murid. Gagasan kerajaan Allah mengisyaratkan adanya suatu ruang lingkup yang merupakan
tempat diakuinya kedaulatan Allah, hal ini memberi kesan akan adanya suatu
masyarakat baru dimasa depan, tetapi ini tidak bermaksud bahwa kerajaan Allah
dan jemaat dapat disamakan. Jemaat merupakan perwujudan yang tidak lengkap dari
Kerajaan Allah karena murid-murid Yesus ditugaskan untuk memberitakan
kedatangan kerajaan Allah.
Ucapan Yesus mengenai Kerajaan Allah
terdapat gagasan mengenai “masuk” (Mrk 9:47; Mat 7:21; Luk 16:16). Disitu Yesus
berbicara tentang” Kunci Kerajaan Surga” (Mat 16:19). Jelas bahwa yang
digunakan dalam bahasa ini adalah kata kiasan. Ada beberapa perumpamaan tentang
Kerajaan Allah mencakup gagasan tentang Kerajaan Allah. Mrk 4:30-32 perumpamaan
itu menyatakan bahwa Kerajaan Allah yang telah dimulai akan memperoleh
perluasan yang luas. Perumpamaan yang lain menyinggung hal ini yaitu tentang
pukat (Mat 13: 47-48). Perumpamaan ini menyatakan bahwa Kerajaan Allah
merangkul ssegala sesuatu dalam jangkauanNya, yang baik maupun yang jahat.
Karena itu Kerajaan Allah yang sekarang tidak dapat disamakan dengan jemaat
yang murni, tetapi jelas bahwa jemaat yang murni itu berasal dari Kerajaan
Allah. Pemberitaan mengenai Kerajaan Allah yang dilakukan oleh Yohanes
Pembabtis dan Yesus nampaknya akan dilanjutkan oleh para murid Yesus (Luk 10:9)
dan kepada tujuh puluh murid lainnya (Luk 10:9). Dengan demikian kegiatan pemberitaan
Kerajaan Allah dilakukan oleh suatu kelompok pengikut Yesus.
Gagasan dalam PL bangsa Israel
digambarkan sebagai umat Allah. Allah
memberikan janjiNya kepada mereka, tetapi juga membebankan tuntutan
kepada mereka. Walaupun demikian Yesus membatasi pelayanan-Nya terhadap orang-
orang Yahudi dan khususnya kepada orang-orang yang disebut sebagai domba- domba
yang hilang dari umat Israel (Mat 15:24), meskipun demikian Yesus tetap menaruh
perhatian terhadap orang- orang sebangsaNya. Ucapan tentang domba-domba yang
hilang dalam injil Matius dapat dibandingkan dengan disebutnya murid-murid
sebagai domba. Keterangan ini memandang bangsa Israel sebagai domba, seperti
lazimnya dalam PL.
Yesus mengumpulkan sekelompok orang
yang dalam hal ini disebut murid-muridNya. Kata yang dipakai (mathetes) juga
ditujuh kepada kedua belas murid-murid Yesus. Secara khusus Injil sinoptik
mencatat pemilihan orang ini dan mengangkat mereka sebagai rasul. Tidak ada
keterangan yang menerangkan secara jelas mengenai fungsi mereka secara tepat.
Hanya Lukas yang menyatakan bahwa Yesus
menamakan orang- orang ini sebagai
“rasul-rasul” (Luk 6:13). Dalam Matius 18:15-17 Yesus mempertimbangkan
perluhnya keputusan- keputusan yang diambil secara bersama-sama untuk mengatasi
masalah- masalah kedisiplinan beberapa orang menerapkan perikop ini
Hanya ada dua pernyataan dalam kitab Injil menggunakan kata ekklesia
yang terdapat dalam Injil Matius (Mat
16:18; 18:17), ekklesia menerjemahkan kata Ibrani qahal, bukan eda. Kedua
kata ini digunakan untuk “perhimpunan
umat Allah” . jika kata yang Yesus pakai mempunyai arti dari qahal dalam LXX, maka ekklesia berarti umat
Allah dengan pengertian suatu himpunan
yang baru yang secara khusus memiliki hubungan dengan Mesias (karena itu Yesus
berkata JemaatKu). Pendapat lain menerjmahkan bahwa ekklesia menerjemahkan kata
Aram kenisyta, dan bahwa Yesus mengarah pada suatu rumah sembahyang
(sinagoge)mesianis yang terpisah. Namun yang dimaksud oleh Yesus ekklesia bukanlah suatu organisasi tetapi sekelompok
orang yang dipanggilNya sebagai miliknya dan diwakili oleh murid-muridNya.
Lalu dalam Matius 16:18 Yesus berkata,
“Engkau adalah Petrus (Petros) dan diatas batu karang ini (petra) Aku akan
mendirikan jemaatKu”. Disini penting menerjemahkan batu karang, menurut Calvin
batu karang berarti iman Petrus dalam Kristus lebih dapat diterima, walaupun
lebih baik lagi pandangan Cullmann bahwa batu karang itu adalah Petrus sebagai
pengakuan iman (yaitu wakil dari orang- orang yang mengakui Yesus sebagai Mesias
dan Anak Allah).
Nama : Elza Iryanti
NIRM : 2020143810

Post a Comment for "Jemaat Kristen Mula- mula"