Makalah Musik Gerejawi
Tugas Musik Gerejawi
1. Gambaran
umum Gereja Toraja di jemaat Palian sebagai berikut:
Jemaat Palian memiliki seorang Pendeta
beserta suami dan seorang anak, di Jemaat Palian memiliki 25 majelis gereja,
syamas, dan diaken. Dan diperkirakan didalam Jemaat Palian memiliki kurang
lebih 200 kepala keluarga, rata-rata KK berprofesi sebagai petani dan hanya
beberapa yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil. Jemaat Palian berada
ditengah-tengah umat yang menganut agama lain, yakni umat yang beragama Islam.
Namun meskipun demikian Jemaat Palian membangun sebuah relasi yang baik dengan
orang-orang disekitarnya, jadi dapat dikatakan bahwa disekitar gereja Toraja
Jemaat Palian masih memiliki sikap toleransi umat beragama yang baik.
Di dalam Jemaat ini OIG membagi tiga
kelompok dalam jemaat, tiga kelompok ini terdiri dari kelompok Kole, Kampung
Baru dan Palian. Pembagian kelompok ini bertujuan untuk memaksimalkan pembagian
pelayanan dan proses ibadah mulai dari ibadah Sekolah Minggu, PPGT, PWGT, PKB
dan ibadah Rumah Tangga.
Gereja ini masih dalam tahap pembangunan
dan sumber dana berasal dari setiap sumbangan jemaat untuk pembangunan gedung
gereja itu sendiri. Ada juga yang bersumber dari pembuatan proposal yang
dijalankan di luar jemaat. Pembangunan gedung gereja di lakukan secara
bergotong royong oleh anggota jemaat di bantu oleh masyarakat yang ada di
sekitar wilayah tersebut.
Dalam pelaksanaan ibadah hari minggu,
jemaat palian hanya melakukan ibadah satu kali saja yakni dari pukul
09.00-11.00. Dan dalam proses ibadah diiringi oleh alat musik keyboard dan juga
ada cantoria atu singers untuk memandu nyanyian beserta juga dengan liturgis
yang mengambil bagian. Dalam proses peribadahan yang menjadi pengkhotbah
biasanya tidak hanya pendeta di jemaat palian ini, tetapi juga ada pendeta dari
jemaat lain jika terjadi sebuah pertukaran mimbar. Selain itu biasa juga
majelis yang turut serta dalammengambil pelayan, entahkah itu pelayanan mimbar
maupun liturgis dan pemain musik. Dan juga yang menjadi cantoria atau singers
berasal dari majelis dan juga PPGT ini biasanya hanya dua orang saja.
Pada setiap tahunnya, jemaat palian
biasanya melakukan sebuah rapat evaluasi pertahun sekali atau setiap akhir
tahun. Ini biasanya dilakukan di akhir bulan desember san rapat ini bertujuan
untuk mengetahui program-program yang telah terialisasi dan tidak pada tahun
itu. Dengan rapat ini juga baiasanya jemaat palian menambahkan program musik
gerejawi yang biasanya terlaksana namun tidak maksimal. Contohnya pada saat
prosese latihan cantoria, biasanya latihan ini tidak berlangsung maksimal
karena yang menjadi cantoria pada minggu berikutnya tidak hadir atau berhalangan untuk data ng karena berbagai
macam alasan. Hal ini tentu saja membuat prosese ibadah tidak berlangsung
dengan baik karena kurang maksimal dalam puji-pujian yang dinyanyikan oleh
cantoria.
Jika ada rapat evaluasi, tentu saja ada
rapat untuk membuat program apa saja yang akan dilaksanakan do awala tahun atau
untuk satu tahu kedepannya. Dalam rapat ini biasanya semuan angota jemaat ikut
turut mengambil bahagian didakamnya karena mereka juga yang akan turut
memberikan masukan atau tenca-rencana mereka lalu majelis atau pengurus
kemudian memprogramkan usulan tersebut jika disepakati bersama.
Salah satu program yang telah
direncanalan kedepan atau tahun iniadalah jemaat palian ingin mendatangkan
seorang pelatih dari luar yang cukup ahli dalam hal musik gerejawi untuk
melatih semua program musik gerejawi di dalam gereja mulai dari pelatihan allat
musik sampai ke pelatihan paduan suara dan lainnya. Hal ini dilakukan karena
masih kurannya pelatih yang ikut serta dalam pelatihan juga masih kurannya
pengetahuan anggota jemaat akan musik gerejawi.
2. Program
Musik Gerejawi di Dalam Gereja Toraja
Ada
beberapa program yang di laksanakan oleh Musik Gerejawi di dalam Gereja, yaitu:
1) Musik
Gerejawi membuat sebuah program pelatihan alat musik untuk setiap anggota
jemaat yang berkeinginan untuk mempelajari alat musik. Adapun alat musik yang
di programkan untuk dipelajari yaitu alat musik petik seperti gitar danalat
musik keyboard. Musik gerejawi hanya memprogramkan kedua alat musik ini karena
keterbatasan alat musik yang ada di Gereja, namun meskipun demikian cukup
banyak anggota jemaat yang ikut berpartisipasi dalam hal ini mulai dari kaum
remaja, PPGT atau pemuda bahkan sampai ke orangtua. Program ini dapat dikatakan
berhasil dari segi banyaknya peminat dan juga perkembangan yang dialami oleh
setiap individu yang ikut mengambil bahagian didalamnya. Program ini tidak
dipungut biaya apapun bagi yang ingin ikut berpartisipasi di dalamnya, karena
semua orang yang terlibat di dalamnya ingin memberi diri secara sukarela
didalam pelayanan ini. Dan orang yang bersedia sebagai seorang pelatih dalam
program ini berasala dari luar Gereja dan didalam Gereja itu sendiri, mereka bersedia
meluangkan waktu dan tenaganya untuk kegiatan ini dan mereka melaksanakan
kegiatan dalam dua kali pertemuan dalam jangka waktu satu minggu.
2) Selain
program pelatihan musik diatas, Musik Gerejawi juga membuat sebuah program
untuk pemilihan sekaligus pelatihan untuk songleader atau cantoria. Dalam hal
ini Musik Gerejawi memilih setiap anggota jemaat mulai dari PPGT sampai ke
orangtua yaitu PWGT untuk ikut pemilihan, setelah itu mereka menetapkan jadwal
pelatihan bagi cantoria yakni biasanya dilaksankan pada setiap hari sabtu di
Gereja. Dalam hal ini yang menjadi cantoria biasanya di pilih atau dibagi
secara merata biasanya dipilih dua orang yaitu dari PPGT satu dan juga PWGT
satu orang.
3) Dan
program yang ketiga adalah program pembentukan paduan suara Gereja. Hal ini
bertujuan untuk memaksimalkan kegiatan paduan suara jemaat dan jika ada
perlombaan maka otomatis jemaat sudah mempunyai persiapan yang baik dan matang
untuk perlombaan tersebut.
4) Mengadakan
seminar seputar pendidikan dan pengetahuan mengenai musik gerejawi untuk
seluruh anggota jemaat. Hal ini dilakukan agar setiap warga jemaat mengerti
akan perkembangan musik dan bagaimana musik itu bisa berkembang sampai saat
ini. Program ini sangat penting dan cukup menarik karena angota jemaat tidak
hanya tahu memainkan alat musik tetapi juga dapat mengerti dan memahami
bagaimana perkembangan muisik itu sendiri.
5) Mengadakan
lomba-lomba seputar musik, lomba ini dapat berupa lomba nyanyi solo, paduan
suara, dan band. Lomba ini diadakan di sekitar gereja dan ditujukan untuk
setiap deniminasi gereja. Program ini bertujuan untuk melahirkan
penyanyi-penyanyi yang siap untuk memberikan waktu dan menyalurkan talentanya
untuk memuji dan memuliakan Tuhan selain itu juga untuk menjalin kekelaurgaan
dan keakraban setiap anggota jemaat dan setipa denimonasi gereja lain agar
dapat saling mengenal dan menciptakan memahami satu sama lain.
6) Salah
satu program yang perluh dilaksanakan bagi anak sekolah minggu adalah
mengadakan kelas khusus bagi anak-anak sekolah minngu yang ingin belajar
mengenai musik. Dan orang yang menjadi pelatih untuk kelas musik tersebut
adalah orang didalam jemaat yang telah mahir dalam bermain musik sehingga anak
sekolah minggu yang mengikuti kelas musik tidak perluh mengeluarkan dana atau
membayar kursus musik tersebut. Tujuan diadakan kelas khusus musik ini adalah
pendidikan anak-anak sekolah minggu masih kurang mengenai musik, sehingga
dengan diadakannya kelas khusus musik, bisa menambah wawasan anak-anak di
jemaat tersebut.
7) Program
jemaat yang juga hendak dicapai mengenai musik gereja adalah membuat proposal
untuk membeli alat-alat musik lainnya, karena terkadang alat musik yang ada di
gereja hanya keyboard dan gitar. Oleh karena itu alat-alat musik lainnya sangat
penting untuk mendukung ibadah sehingga jemaat perluh mengadakan proposal untuk
membeli alat musik lainnya, misalnya: suling, jimbe, dram, harmonika, biola,
okulele, trombon, kecapi, rebana, gitar listrik, bass listrik, dan lain-lain.
Sehingga dalam ibadah hari minggu nyanyian jemaat akan menjadi semakin hidup.
Nama : Elza Iryanti
NIRM : 2020143810
Jurusan : Teologi Kristen
NIRM : 2020143810

Post a Comment for "Makalah Musik Gerejawi"