Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tafsiran Injil Lukas 12:13-21



Sumber Gambar: ideeanunciai

1.     Analisis Naratif
Bagian ini adalah suatu narasi dimana Lukas sendiri adalah naratornya. teks ini merupakan lanjutan pengajaran Yesus kepada orang-orang banyak yang mengerumuni Dia setelah memberikan pengajaran kepada murid-muridNya. Setalah narator menceritakan mengenai pengajaran khusus kepada murid-murid, maka Narator melanjutkan ciritanya tentang seseorang yang meminta Yesus untuk menyampaikan kepada saudara orang itu bahwa ia harus berbagi warisan dengan saudaranya. Pada zaman itu, ketika terjadi suatu perselisihan seseorang dengan saudaranya mengenai harta warisan, maka orang yang berselisih itu meminta pertolongan kepada ahli-ahli taurat untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Untuk itulah orang itu bertanya kepada Yesus karena ia menganggap bahwaYesus adalah seorang guru yang mampu menyelesaikan perkaranya tersebut. Namun rupanya Yesus melihat adanya niat yang tidak baik dari orang itu sehingga Ia mengingatkan bahwa hidup tidak tergantung pada kekayaan sehingga Dia menolak dengan keras untuk menyelesaikan perkara itu.
Untuk lebih memperjelas tentang jawaban Yesus kepada orang  itu, maka narator juga menuliskan perumpamaan yang disampaikan Yesus  kepada orang itu dan semua orang yang hadir pada saat itu tentang orang yang mengumpulkan harta di dunia namun tidak mencari harta di surgea. Narator menceritaka bahwa Yesus menyampaikan suatu perumpamaan tentang seseorang yang kaya yang memiliki tanah dan hasil tanah yang berlimpah-limpah. Orang tersebut kebingungan mecari tempat untuk menyimpan hasil tanahnya karena semua lumbung-lumbungnya telah penuh. Ia kemudian membongkar lumbun-lumbungnya dan menggantiya dengan lumbung yang lebih besar lagi. Orang itu kemudian berfikir bahwa setelah semua hasil tanahnya disimpan dalam lumbung yang besar, maka ia akan beristrahat dan bersenang-senang tanpa ada yang dipikirkan lagi.
Tetapi Allah berkata kepada orang itu bahwa pada malam ini, ia akan mati sehingga dia tidak akan menikmati apa yang telah disediakan selama ini. Yesus memberi penekanan bahwa hal seperti itu juga akan dialami siapa saja jikalau seorang mengumpulkan harta untuk dirinya sendiri.

2.     Retorika/Repetisi
a)     Dalam bagian ini Yesus memberikan penekanan kepada orang-orang yang mengerumuni-Nya tentang kewaspadaan terhadap bahaya ketamakan dan harta yang berlimpah karena kekayaan duniawi tidak ada artinya jikalau tidak kaya dihadapan Allah. Oleh karena begitu pentingnya hal tersebut maka Yesus memberikan perumpamaan tentang seorang yang menimbun hartanya namun lupa untuk mencari kekayaan surgawi sehingga pada akhirnya ia mati sebelum menimati harta yang ditimbunnya itu.
b)     Adapun pengulangan kata dalam bagian adalah kata “aku” yaitu sebanyak Sembilan kali, satu kali oleh orang yang bertanya kepada Yesus, satukali oleh Yesus dan tujukali oleh orang yang menimbun hartanya. Pengulangan kata aku (kecuali yang disampaikan oleh Yesus) tersebut menandakan tentang sikap ketamakan terhadap kekayaan orang itu. Kata “aku tersebut juga menandakan keegoisan atau sikap mementingkan diri sendiri yaitu berusaha memperkaya diri sendiri yang tentunya bertujuan untuk memperoleh kebahagiaan dari kekayaan yang berlimpah-limpah itu.
c)     Selain itu, kata yang juga diulangi ialah kata “kaya”. Itu berarti kata ini juga menjadi penekanan dibagian ini. Tuhan Yesus mau menekankan bahwa kehidupan manusia tidak tergantung pada kekayaan duniawi melainkan kaya dihdapan Tuhan.
3.     Ironi
Dalam bagian ini terdapat  dua ironi, yaitu:
a)     Harapan dari pertanyaan seseorang yang ikut berkerumun terhadap jawaban yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Tentu orang tersebut mengharapkan bahwa tentu Yesus mau membantunya untuk menyampaikan kepada saudaranya untuk berbagi warisan dengannya. Namun ternyata harapannya tersebut tidak sesuai dengan jawaban Tuhan  Yesus karena Yesus jutru menegur orang itu dengan keras.
b)     Ironi kedua dalam bagian ini adalah terdapat dalam perumpamaan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus yaitu ketika orang kaya yang berusaha menimbun semua kakayaannya dengan harapan bahwa ia setelah mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya maka ia akan bersenang-senang untuk menikmati kakayaannya tersebut. Namun harapan itu tidak sesuai dengan kenyataan yang ada karena ternyata setelah ia mengumpulkan harta yang berlimpah itu Tuhan mencabut nyawanya sehingga iapun tidak dapat menikmati harta yang dikumpulaknnya tersebut.
4.     Pertanyaan Retorika
Pertanyaan retorika terdapat dalam ayat 20b “dan apa yang telah kau sediakan, untuk siapakah itu nanti?”. Tentu Allah dan orang itu mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut bahwa pasti bukan orang itu lagi yang akan menikmati kekayaannya yang telah dikumpulkan namun yang menikmati ialah orang lain. Namun sepertinya Allah mau menekankan bahwa ketika orang itu mati maka pastilah orang lain yang akan menikmatinya sehingga tak ada manfaat secara langsung yang didapatkan dari usaha menimbun kekayaan yang berlimpah itu.

5.     Setting
Tidak ada petunjuk yang jelas mengenai setting dalam bagian ini baik dalam teks sebelum maupun sesudahnya. Namun jika memperhatikan teks maka dapat disimpulkan bahwa lokasi ketika Tuhan Yesus menyapaikan pengajaran ini adalah tempat yang luas karena Dia dikerumuni oleh orang banyak. Kemugkinan pengajaran ini disampaikan  ketika Ia meninggalkan rumah seorang Farisi yang mengundangnya makan dank karena banyak orang yang terus mengikutinya maka Ia pun mulai menyampaikan pengajaran-Nya kepada murid dan semua orang yang  mengerumuni-Nya.
Adapun tokoh yang berperan dalam bagian ini ialah: Narator (Lukas), murid-murid Yesus, seseorang yang ikut mengerumuni Yesus, Tuhan Yesus dan orang banyak yang mengerumuni Yesus.

6.     Aplikasi
Bagian ini merupakan pengajaran sekaligus peringatan kepada kita yang hidup di zaman ini untuk waspada terhadap bahaya mengejar kekayaan. Teks ini mengingatkan kita untuk tidak memusatkan hati dan pikiran kita terhadap harta karena jika seseorang memusatkan hati dan pikirannya kepada kekayaan  maka ia berpeluang untuk menghalalkan segalah cara sehingga ia akan disebut orang yang tamak terhadap kekayaan.
Jikalau prioritas kehidupan ditujukan untuk mencari kekayaan, maka tentu kita akan memikirkan berbagai cara bagaimana agar kita bisa mengumpulkan kekayaan sebanyak mungkin tanpa memandang apakah cara yang digunakan masih dijalan yang benar ataukah justru telah keluar dari koridor yang seharusnya.
Jika kita memperhatikan zaman sekarang ini maka kita menyimpulkan bahwa banyak orang-orang yang selalu memfokuskan kehidupannya terhadap kakayaan seperti orang yang diumpamakan oleh Tuhan Yesus dalam teks ini. Hal tersebut dibuktikan oleh banyaknya orang yang berada dalam jeruji besi akibat ketamakan atau keserakan, secara khusus di Indonesia hamper tiap hari diberitakan tentang pejabat-pejabat yang ditangkap karena terbukti melakukan korupsi terhadap uang rakyat.
Dari teks tersebut Tuhan Yesus menekankan bahwa kekayaan dunia tidak ada artinya karena semua akan ditinggalkan. Untuk itu, yang kita butuhkan adalah usaha agar kita disebut orang yang kaya dihadapan Allah. Untuk menjadi orang yang kaya dihadapan Allah maka seseorang tentu akan melakukan berbagai upaya atau usaha agar harapan itu bisa tercapai. Upaya-upaya yang dapat dilakukan agar kita disebut sebagai orang yang kaya tentunya adalah melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan dan menjauhi hal-hal yang tidak diinginkan oleh Dia. Namun ketika kita berusaha untuk melakukan kehendak Tuhan terkadang banyak tantangan yang kita hadapi sehingga Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk tidak mengejar kekayaan karena kekayaan dapat membuat manusia menjadi tamak.
Bagian ini tidak melarang kita untuk kaya namun menekankan bahwa kita janganlah memprioritaskan kekayaan dalam hidup ini, namun yang menjadi prioritas kita adalah menjadi oran yang kaya dihadapan Allah.

                                                                                             Penulis: Sepriadi Bunga’


Admin Saya seorang yang sangat ingin belajar lebih dalam tentang dunia Internet.

Post a Comment for "Tafsiran Injil Lukas 12:13-21"